Nama : Riska Ambarruni
Nim : 18010174
1. Pendahuluan
Pada zaman sekarang berbelanja secara online bukanlah hal yang asing. Konsumen
tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga saat berbelanja online, cukup dengan
melihat website bisa langsung melakukan transaksi pembelian. Proses pembelian
online memiliki langkah yang berbeda seperti perilaku pembelian fisik.
Kekhasan dari proses membeli melalui media internet adalah ketika konsumen yang
berpotensial menggunakan internet dan mencari-cari informasi yang berkaitan
dengan barang atau jasa yang mereka butuhkan. Produsen (pemasar) yang mengerti
perilaku konsumennya akan mampu memperkirakan bagaimana kecenderungan konsumen
untuk bereaksi terhadap informasi yang diterimanya, sehingga pemasar (produsen)
dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai
Oleh karena itu pebisnis online harus memiliki dan melakukan strategi yang tepat
agar dapat membuat pengguna internet yang belum melakukan pembelian online
tertarik melakukan pembelian secara online serta dapat mempertahankan pelanggan
yang telah ia miliki. Strategi yang tepat dapat diciptakan dengan mengetahui
terlebih dahulu perilaku pembelian online konsumen.
2. Latar Belakang
Beraktivitas di rumah saja selama pandemi mempengaruhi perilaku konsumen
di Indonesia termasuk dalam hal berbelanja, yang menurut data Twitter terdapat
89 persen pengguna mereka yang melakukan pembelian secara online pada kuartal I.
adanya perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih belanja dan mendapatkan
rekomendasi secara online. Dengan demikian, brand juga harus melakukan
penyesuaian terhadap bagaimana mereka berkomunikasi dengan konsumen Internet dan
smartphone sudah terbukti telah berhasil menjadi stimulan dalam perubahan
perilaku konsumen online era digital. Bagaimana tidak, ketika konsumen masih
belum mengenal internet & smartphone, semuanya serba manual. Bukan berarti
manual itu jelek. Hanya saja, pada saat itu, produktivitas tidak bisa
maksimal.
Sebelum mengenal internet & smartphone, semua aktivitas berbelanja yang
dilakukan masih sangat konvensional. Datang ke toko / pasar, menawar harga jika
bisa, lalu kembali kerumah. Tetapi, sejak kehadiran internet & smartphone, kita
bisa berbelanja ketika berada di kantor, tanpa harus beranjak dari kursi.
Perubahan munculnya konsumen digital Mulai dari website sederhana seperti
company profile, hingga aplikasi web base kompleks kini bisa ditemui di internet
dalam genggaman. Dengan harga smartphone & akses internet yang semakin
terjangkau, terciptalah pasar baru yang masif. Masyarakat online, Netizen adalah
kata yang paling populer.Dengan perkembangan teknologi digital yang begitu
pesat, ditambah dengan konsep mobile-first technology
3. Prilaku Konsumen
a.Pengertian
perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan
organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau
pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
b.Definisi
Perilaku konsumen sendiri sebenarnya adalah faktor – faktor yang menyebabkan
konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan suatu jasa.
Tentunya ada banyak sekali faktor yang mendasari perilaku konsumen ini. Karena
seseorang yang berperan sebagai konsumen pasti memiliki alasan tersendiri ketika
membeli suatu barang. Dan masing – masing orang tentunya memiliki standar atau
patokan yang berbeda.
Perilaku konsumen sendiri sebenarnya adalah faktor – faktor yang menyebabkan
konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan suatu jasa.
Tentunya ada banyak sekali faktor yang mendasari perilaku konsumen ini.Karena
seseorang yang berperan sebagai konsumen pasti memiliki alasan tersendiri ketika
membeli suatu barang. Dan masing – masing orang tentunya memiliki standar atau
patokan yang berbeda.
4. Pasar online
Pasar online atau biasa disebut dengan istilah e-marketplace merupakan
tempat dimana ribuan bahkan beberapa di antaranya hingga jutaan pedagang
menjajakan barang dagangannya. Bisa diakses oleh siapapun, dari belahan dunia
manapun
1. Online Marketplace
Contohnya yaitu seperti Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka yang menyediakan
pasar untuk bertemunya para pembeli dan penjual guna bertransaksi di secara
online. Untuk di level Internasional ada namanya Amazon dan eBay serta
marketplace yang lain. Amazon dinilai sebagai pelopor marketplace dunia
mengalahkan Alibaba.
2. Toko Online
Toko online lebih bersifat pasar yang lebih sempit artinya penjual membuat
website/blog untuk konsumen membelinya melalui internet. Tetap juga terjadi
pertemuan antara pembeli dan penjual di dunia maya. Toko online bisa dicontohkan
sebagai bagai seorang blogger yang membuka membuat blog dan menjajakan produknya
di dalam blog tersebut.
3. Jejaring Media Sosial
Karena perkembangan internet yang terus terjadi memaksa perusahaan – perusahaan
sosial media untuk membuka pasar transaksi belanja daring. Sebut saja Facebook
yang sudah membuka menu marketplace bagi user yang mau menjual produknya melalui
media sosial. Ada juga sarana yang disediakan secara membayar, dimana para
penjual mengiklankan produk barang dan jasanya melalui sosial media.
Perusahaan Google juga melakukan hal yang serupa. Bahkan ada sistem dimana
seorang bisa menghasilkan uang dengan mendaftar sebagai publisher Google
Adsense.
Definisi
Definisi lain tentang pasar online (daring) adalah suatu sarana atau sebuah toko
atau pasar yang berfungsi sebagai tempat para penjual menawarkan barang atau
jasa melalui jaringan internet. Barang yang bisa berupa: pakaian, sembako, benda
elektronik atau dalam bentuk jasa seperti jasa membuat undangan, jasa membuat
desain, atau jasa menyediakan unit mobil untuk disewakan .
Sepertinya, pengertian pasar daring ini akan terus mengalami sebuah perkembangan
sesuai dengan adaptasi zaman yang terjadi. Istilah baru selalu ada terjemahannya
berdasarkan pendapat para ahli. Uniknya, terkait pasar daring belum ada
pernyataan para ahli yang menjabarkannya. Atau tepatnya masih sedikit kajiannya
di dunia akademisi. Meski begitu aktivitas dari pasar daring ini sudah tidak
terbendung karena pada saat ini telah menjadi bagian dari pada aktivitas umat
manusia di dunia sehari-hari.
5. Pengenalan kebutuhan
Pengenalan kebutuhan merupakan langkah awal dalam proses pengambilan
keputusan pembelian, dimana konsumen mengenali suatu masalah atau kebutuhannya.
Dalam proses pengenalan kebutuhan, pembeli akan menyadari bahwa sesungguhnya
terdapat perbedaan antara keadaan nyata (penawaran pasar) dengan keadaan yang
diinginkan (kebutuhan atau deman). Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan
Pengenalan kebutuhan, Pencarian informasi, Evaluasi alternative. Keputusan
pembelian. Perilaku setelah pembelian. Kebutuhan dapat dipicu oleh dorongan
internal, yaitu pada saat timbulnya kebutuhan normal seseorang pada tingkatan
yang cukup siginifikan untuk mempengaruhi perilakunya. Selain itu kebutuhan juga
dapat dipicu oleh dorongan eksternal, misalnya: keluarga atau kelompok
referensi, iklan dari pemasar, dan lain-lain. Pada tahap pengenalan kebutuhan,
seorang pemasaran harus meneliti konsumen untuk menemukan jenis kebutuhan atau
masalah apa yang akan muncul, apa yang memunculkan mereka, dan bagaimana
kebutuhan atau masalah tersebut dapat mengarahkan konsumen pada produk tertentu.
Dengan mengumpulkan informasi-informasi tersebut, diharapkan orang pemasaran
dapat mengenali faktor-faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi perilaku
konsumen. Karena pada umumnya konsumen tidak akan membeli produk jika tidak
dapat memuaskan kebutuhannya.
Contohnya : Konsumen sedang membutuhkan peralatan dapur untuk memasak
6. Pencarian informasi konsumen
Merupakan tahap proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen telah
tertarik untuk lebih banyak mencari informsi. Seorang konsumen yang telah
tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi. Jika dorongan konsumen begitu
kuatnya dan produk yang memuaskan berada dalam jangkauan, konsumen kemungkinan
besar akan membelinya. Jika tidak konsumen mungkin akan menyimpan kebutuhannya
dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang berkaitan dengan kebutuhan
itu. Jumlah pencarian yang dilakukan oleh konsumen tergantung pada kuatnya
dorongan, jumlah informasi yang sudah dimilikinya, kemudahan dalam memperoleh
informasi yang lebih banyak, nilai tambah yang diberikan dari setiap informasi
tambahan yang baru diperoleh, dan kepuasan yang ia dapatkan dari pencarian
informasi yang dilakukan. Konsumen dapat memperoleh informasi dari beberapa
sumber, meliputi :
a. Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan, dan lain-lain
b. Sumber komersial : iklan,wiraniaga, dealer, kemasan, pajangan, dan
lain-lain.
c.Sumber publik : media massa, organisasi, penilai pelanggan, dan lain-lain.
d. Sumber pengalaman : menangani, memeriksa, menggunakan produk, dan
lain-lain
Perilaku pembelian online terdiri dari 3 hal, yaitu :
1. Visiting (search) : Calon pembeli mengakses situs e-commerce. Kunjungannya
ini dilakukan setelah mengidentifikasi kebutuhan yang ingin dibeli. Namun, ada
pula yang hanya sekedar ingin meluangkan waktunya melihat-lihat produk, jasa
atau promo yang ditawarkan pihak e-commerce.
2. Purchasing : Setelah seseorang melakukan kunjungan atau pencarian dan
menemukan produk atau jasa yang cocok baginya, ia kemudian akan melakukan
pembelian. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pembelian seseorang di situs
e-commerce. Pertama, seseorang melakukan pembelian karena memang membutuhkan
barang atau jasa tersebut. Kedua, seseorang melakukan pembelian karena tertarik
dengan promo yang ditawarkan penyedia layanan e-commerce.
3. Multi-channel shopping adalah fitur yang disediakan oleh situs e-commerce
dalam bentuk penyediaan berbagai macam jalur atau cara pembelian bagi
konsumennya. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan nilai belanja konsumen.
Konsumen yang akan membeli bisa membeli produk dengan cara yang disenanginya.
Sebagai contoh yaitu pada e-commerce Salestock. Konsumen Salestock bisa
melakukan pembelian tidak hanya melalui website, tapi bisa juga melalui aplikasi
di Smartphone, Whatsapp, Line, Chat Facebook dan Instagram.
Contoh : Google, website, referensi teman, Instagram, whatsaap
7. Sumber alternatif yang bisa dicari konsumen online
Di jaman sekarang banyak sekali marketplace untuk memudahkan kita
berbelanja online, apa itu market place?
Marketplace adalah perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Situs
marketplace bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan
menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran. Bisa dikatakan
marketplace adalah deparment store online. Pada umumnya terdapat dua jenis kerja
sama di situs marketplace Indonesia, yaitu marketplace murni dan konsinyasi.
1. Marketplace Murni
Kerjasama marketplace murni adalah ketika situs marketplace hanya menyediakan
lapak untuk berjualan dan fasilitas pembayaran. Penjual yang melakukan kerjasama
marketplace diberikan keleluasaan lebih banyak dibandingkan kerjasama
konsinyasi.
Penjual berkewajiban untuk menyediakan deskripsi dan foto produk secara mandiri.
Selain itu, penjual juga dapat menerima penawaran harga dari pembeli. Jadi
sebelum melakukan pembayaran, pembeli dapat melakukan penawaran harga kepada
penjual. Setelah mendapatkan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak,
pembeli bisa mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang disediakan
marketplace.
Contoh marketplace Indonesia yang populer di dengan jenis kerjasama pertama
adalah Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, Blanja, dan BliBli. Beberapa contoh
marketplace dari luar negeri yang populer di Indonesia adalah Shopee
(Singapura), Lazada (Singapura), JD.ID (Tiongkok), Amazon (Amerika Serikat), dan
Rakuten (Jepang)
2. Marketplace Konsinyasi
Jenis kerjasama yang kedua adalah konsinyasi atau istilah mudahnya adalah titip
barang. Jika penjual melakukan kerjasama konsinyasi dengan situs marketplace, ia
hanya perlu menyediakan produk dan detail informasi ke pihak marketplace.
Salah satu contoh marketplace yang menyediakan kerjasama konsinyasi adalah
Zalora. Contoh marketplace lain yang menggunakan jenis kerjasama ini adalah
Berrybenka.
Pihak situs marketplace akan mengurus penjualan dari foto produk, gudang,
pengiriman barang, hingga fasilitas pembayaran. Berbeda dari jenis kerjasama
sebelumnya, di jenis kerjasama ini pembeli tidak bisa melakukan penawaran harga
karena alur semua alur transaksi ditangani oleh situs marketplace.
Perbedaan mendasarnya terletak pada tanggung jawab penjual dan alur
transaksinya. Alur transaksi di marketplace terjadi langsung antara penjual dan
pembeli, sedangkan kerjasama konsinyasi semua alur transaksi langsung ditangani
situs marketplace.
Selain marketplace, ada juga online shop yang banyak dijual via media sosial
seperti instagram, whatsapp, twitter, Facebook dan mempunyai website sendiri
Apa bedanya marketplace dan online shop?
Perbedaan utamanya terletak pada perantara. Marketplace adalah perantara yang
menghubungkan para penjual dengan pembeli.
Di sisi lain, online shop atau toko onlinetidak memerlukan perantara. Penjual
langsung menjual produknya di platform mandiri kepada pembeli. Jadi tidak ada
perantara sama sekali.
Berjualan melalui online shop atau toko online menuntut Anda untuk lebih
mandiri. Anda perlu membuat website, mengelola pemasaran melalui media sosial,
dan langsung berurusan dengan konsumen.
Walaupun begitu, dengan mengelola website toko online sendiri memiliki
keuntungan lebih banyak dibanding hanya berjualan melalui marketplace. Terlebih
lagi jika Anda sudah mempunyai merek sendiri.
Beberapa contoh merek yang sukses membangun online shopnya sendiri adalah
Bro.do, Erigo Store, Bukupedia, Babyzania, dan Rabbani.
8. Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian online
(sumber google)
• Keterkaitan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Pembalian
Kualitas memang yang harus sangat dipentingkan karna kualitas adalah dasar utama
agar konsumen online isa repeat order dan mempercayai toko yang dijual
• Kemudahan terhadap keputusan pembelian
Sudah banyak perantara pasar online seperti marketplace dan dibantu pembayaran
dengan mudah menggunakan e-banking, ovo, gopay dan alat pembayaran digital
lainnya sehingga tidak perlu lagi jalan ke atm untuk membayar invoice setelah
berbelanja online
• Kepercayaan dalam keputusan pembelian
Pelaku usaha pasar online bisa menumbuhkan kepercayaan kepada konsumen dengan
cara sering sering upload testimoni sehingga konsumen percaya akan kualitas dan
kemanan produk
• Keamanan dalam keputusan pembelian
Keamanan jua penting jadi untuk paket biasanya packing nya harus rapi
menggunakan buble wrap, sehingga produk tidak mudah hancur dan gunakan jasa
pengiriman yang terpercaya
9. Perilaku pasca pembelian konsumen
(sumber google)
Setelah konsumen menerima barang yang merek beli dari marketplace atau online
shop, jaman sekarang terkenal denga istilah unboxing, mereka membuka paket yang
datang sambil divideokan untuk upload ke sosial media merika atau untuk meretur
barang ketika ada yang rusak pada saat pengiriman jadi sebagai bukti
Unboxing juga bisa menjadi salah satu keuntungan untuk para pelakupasar online
karna tidak jarang ketika konumen mengupload ke sosial medianya mereka pasti
selalu di notice belinya dimana dan biasanya konsumen mentag medsos online shop
nya atau bis saja mereka memberikan link marketplace Nah dari sini muncul
testimoni dari konsumen, makannya harus sekali memperhatikan kualitas dan
kepuasan konsumen untuk meningkatkan jasa marketing gratis lewat konsumen yang
sudah beli.
Contohnya : membuat video unboxing dan meriview barang yang dibeli secara
online
10. Kelebihan dan kekurangan belanja online
Kelebihan
1. Mudah dijalankan
Dengan berkembangnya dunia internet, saat ini sangat mudah untuk membuka toko
online. Cukup dengan membuat akun di media sosial atau berbagai marketplace,
toko online sudah dapat dibuka. Siapa saja berkesempatan berjualan online, baik
remaja, ibu rumah tangga, bahkan kini banyak anak kecil yang sudah memulai
bisnis di dunia maya.
2. Jangkauan pasar lebih luas
Jangkauan dunia internet yang sangat luas tentu saja berpengaruh dengan bisnis
online. Jarak antara pemilik toko dan konsumen tidak menjadi penghalang keduanya
untuk melakukan transaksi jual beli. Pemasaran toko online tidak hanya terbatas
di area lokal saja, bisa lebih luas bahkan hingga nasional maupun
internasional..
3. Modal yang diperlukan tidak terlalu besar
Toko online bisa dibentuk hanya dengan bermodalkan ponsel dan kuota internet.
Kini ada sistem reseller dan dropship yang akan memudahkan untuk memulai bisnis
walaupun tanpa modal. Sistem reseller memudahkan orang yang ingin menjual
sesuatu namun belum mampu memproduksi sendiri.
Pelaku reseller akan menyetok barang seperti toko-toko pada umumnya. Namun stok
barang untuk reseller online lebih sedikit dan hanya dijadikan sebagai
contoh.
Jika beruntung mendapatkan agen yang berada dalam satu daerah, pemilik toko
online tidak perlu menyetok sama sekali. Cukup mengambil produk ketika ada
konsumen yang telah memesan saja. Selain reseller, ada sistem dropship yang
lebih memudahkan lagi.
Pada sistem dropship bahkan tidak perlu menyetok barang dan melakukan pengiriman
produk. Seorang dropshipper cukup melakukan kegiatan promosi dan pemasaran saja.
Penyediaan dan pengiriman produk nantinya akan ditangani oleh agen pemilik
produk.
Sistem ini lebih mudah dan membutuhkan modal yang lebih kecil, namun keuntungan
yang didapat juga tidak terlalu besar.
4. Tidak memerlukan tempat
Sebuah toko online tidak memerlukan tempat secara fisik untuk menampung segala
jenis produk dan sebagai tempat bertransaksi. Akun media sosial dan toko di
berbagai marketplace yang telah dibuat merupakan wadah untuk melakukan proses
jual-beli. Toko-toko ini dapat dikontrol dari mana saja. Baik ketika dalam
perjalanan maupun sedang berada di rumah.
5. Memerlukan karyawan yang lebih sedikit
Karena sistem yang lebih simpel, pemilik toko online tidak perlu meluangkan
banyak waktu dan biaya untuk merekrut karyawan. Penyetokan dan pengiriman barang
biasanya dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja.
Namun, jika bisnis online berkembang dengan sangat pesat dan mendapatkan pesanan
yang signifikan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mempekerjaan beberapa karyawan
untuk mempermudah pekerjaan.
6. Waktu fleksibel
Aktivitas di dunia maya berjalan selama 24 jam dalam sehari, begitu dengan toko
online. Karena tidak ada batasan jam, maka pemilik toko online tetap bisa
melakukan aktivitas jual beli bahkan saat dini hari.
7. Produk yang dijual bervariasi
Ini yang menjadi alasan mengapa banyak konsumen berbondong-bondong belanja
secara online. Barang yang disediakan bervariasi. Hal ini juga berlaku pada
pemilik toko. Banyak yang lebih memilih berjualan secara online karena bisa
menyediakan barang apa saja dan dari agen mana saja selama itu diminati oleh
konsumen.
Contohnya : Konsumen hanya mengandalkan HP dan internet sudah bisa berbelanja
apa aja yang dia mau dan tidak usah cape cape mencari dan pergi ke suatu tempat
untuk mendapatkan barang tersebut
Kekurangan
1. Persaingan ketat
Kemudahan prosedur pembuatan akun toko serta jangkauan yang sangat luas membuat
persaingan pada bisnis online juga cukup ketat. Pemilik toko online tidak hanya
bersaing dengan pedagang lokal, tetapi juga internasional.
2. Kredibilitas diragukan
Salah satu yang membuat kepercayaan terhadap toko online rendah adalah karena
barang yang dibeli tidak bisa dicoba terlebih dahulu oleh konsumen. Oleh karena
itu, pemilik toko harus memastikan seluruh barang yang dijual sudah berkualitas
baik ketika dikirim.
Apabila ada produk yang tidak sesuai, pemilik toko harus bertanggung jawab untuk
menggantinya. Kekurangan lainnya adalah pemilik toko tidak melayani konsumen
secara langsung ditambah dengan banyaknya penipuan di bisnis online yang membuat
kredibilitas toko online sering diragukan.
3. Konektivitas internet
Transaksi pada bisnis online berjalan sangat cepat. Konektivitas internet yang
buruk walau dalam jangka waktu yang pendek pun akan berdampak besar. Pemilik
toko online bisa rugi hingga jutaan rupiah karena konsumen bisa dengan mudah
beralih mencari penjual lain yang mampu melayani lebih cepat.
Contoh : Biasanya barang yang dibeli tidak sesuai ekspektasi, ongkos kirim yang
mahal, tidak bisa melihat kualitas langsung suatu barang, mempunyai kestabilan
koneksi internet yang bagus
11. Trend Konsumen pasar online
(sumber google)
Dengan terus meningkatnya transaksi online ini, pebisnis tentu perlu mengetahui
tren perilaku online shoppers di Indonesia agar bisa menjangkau pasar dengan
tepat. Berikut beberapa karakteristik belanja online masyarakat Indonesia.
Lebih Sering Belanja Lewat Handphone
Jumlah pengguna internet lewat mobile phone terus meningkat. Menurut data We Are
Social, jumlah pengguna aktif internet lewat mobile mencapai 142,8 juta. Makanya
tak heran kalau jumlah para online shoppers yang berbelanja lewat handphone
semakin tinggi.
Masih dari data yang sama, 79% online shoppers bertransaksi secara online lewat
handphone. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah orang yang berbelanja
online lewat desktop. Makanya semakin banyak bisnis yang mengedepankan strategi
mobile first dalam menjalankan usahanya.
Kategori Fashion Tetap Paling Diminati
Dalam satu tahun terkahir, kategori produk fashion tetap menjadi kategori produk
yang paling diminati oleh online shoppers. Total uang yang dihabiskan untuk
belanja produk fashion dalam setahun mencapai $2,3 miliar! Namun kalau dilihat
dari pertumbuhannya, kategori produk yang paling meningkat adalah kategori
produk makanan dan perawatan pribadi yakni sebesar 30% diikuti kategori produk
mainan, hobi, dan DIY sebesar 25%, dan elektronik yaitu sebanyak 24%.
Lebih Suka Pembayaran Elektronik
Seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi online, jumlah pembayaran
elektronik pun jadi ikut meningkat. Menurut survei We Are Social, 11% dari total
populasi berusia 15 tahun ke atas melakukan pembelian atau pembayaran tagihan
secara online. Selain itu, sebanyak 3.1% memiliki akun keuangan mobile, dan 2,4%
memiliki kartu kredit. Menurut SurveySensum, banyak orang yang juga lebih suka
bertransaksi menggunakan e-wallet dikarenakan penggunaannya yang lebih nyaman
dan banyaknya promo-promo yang ditawarkan.
Pengalaman Berbelanja Jadi Faktor Penting
Bukan hanya harga yang bisa mempengaruhi faktor seseorang belanja produk dari
merk yang satu dan bukan yang lain. Ternyata, faktor pengalaman berbelanja juga
jadi kian penting lho. Menurut survei, konsumen akan memutuskan untuk beralih ke
kompetitor jika mereka tidak mendapatkan perhatian seperti yang diharapkan.
Sebanyak 67% konsumen mengaku beralih ke merek lain karena mendapat pengalaman
yang kurang baik, bukan karena harga atau fitur. Terlebih lagi, konsumen rela
mengeluarkan sedikit lebih banyak uang jika itu berarti mereka bisa mendapatkan
pengalaman berbelanja dan pelayanan yang memuaskan.
Mengandalkan Chat Commerce
Online shoppers di Indonesia juga ternyata cenderung berkomunikasi dulu lewat
chat sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk. Menurut riset
Facebook and Boston Consulting Group, 91% dari responden akan lebih minat
belanja online atau bahkan meningkatkan transaksinya setelah berinteraksi dengan
penjual lewat aplikasi messenger atau chat di e-commerce.
Studi lain juga menunjukkan data yang serupa. Studi tersebut mengungkapkan bahwa
masyarakat Indonesia akan lebih cenderung membeli produk apabila toko tersebut
bisa dihubungi via chat. Lewat chat, calon pembeli jadi bisa tahu informasi
lebih lanjut seputar produk sekaligus jadi lebih yakin dan percaya dengan toko
tersebut.
Sumber
https://www.google.com/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/1771833/lima-perilaku-konsumen-saat-belanja-online
https://www.softwareseni.co.id/blog/perubahan-perilaku-konsumen-online
https://www.google.com/amp/s/www.mantabz.com/pengertian-pasar-daring/
http://annafiryana.blogspot.com/2010/11/pembuatan-keputusan-konsumen.html
https://www.google.com/amp/s/www.niagahoster.co.id/blog/marketplace-adalah/
https://www.sirclo.com/berikut-5-tren-perilaku-online-shoppers-di-indonesia-apa-saja/










Bisa banget buat referensi tugas niii,bagusss✨
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussangat bermanfaat...semangat terus
BalasHapusHai Riska, artikelnya menarik..
BalasHapusSalah satu yang membuat kepercayaan terhadap toko online rendah adalah karena barang yang dibeli tidak bisa dicoba terlebih dahulu oleh konsumen.
Silahturahmi ke blog saya :D
http://maasihterusbelajar.blogspot.com/2021/08/perilaku-konsumen-pasar-online.html?m=1
Bagus sekali
BalasHapusArtikelnya bagus, saran buat kk
BalasHapusDi rapihkan rata kiri kanan nya
Bagussss bgt😍
BalasHapus