Latar belakang Konsumen digital
Pemanfaatan big data untuk meningkatkan performa usaha banyak menjadi pembahasan penelitian akhir-akhir ini. Ketersediaan data yang mampu diakses secara cepat untuk mereproduksi informasi baru yang penting dalam pengambilan keputusan menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan organisasi. K-Means cluster sebagai salah satu algoritma data mining dengan kemampuan pengelompokan data merupakan salah satu tools yang penting untuk melakukan hal ini. Penelitian ini akan membahas implementasi algoritma K-Means untuk menghasilkan informasi baru berupa klasifikasi kelompok produk berdasarkan data transaksi penjualan di masa lalu. Algoritma ini selanjutnya akan menjadi fitur pada
Sistem Informasi Point of Sales (POS) yang dikembangkan. Dengan adanya fitur baru pada sistem informasi POS, diharapkan pemilik usaha dapat merencanakan jumlah dan waktu pembelian produk dengan lebih baik, mengurangi jumlah persediaan barang di gudang, dan memberikan keleluasaan bagi pemilik usaha untuk menganalisis permintaan dengan mudah
Tujuan Konsumen digital
mengetahui pengertian dari perilaku konsumen
mengetahui pengertian dari era digital
mengetahui perilaku konsumen yang ada di era digital
Pemasaran digital turut menggabungkan faktor psikologis, humanis, antropologi, dan teknologi yang akan menjadi media baru dengan kapasitas besar, interaktif, dan multimedia. Hasil dari era baru berupa interaksi antara produsen, perantara pasar, dan konsumen. Pemasaran melalui digital sedang diperluas untuk mendukung pelayanan perusahaan dan keterlibatan dari konsumen. Menurut Salesforse, sekitar 68% perusahaan telah mengintegrasikan pemasaran seluler.
Revolusi digital telah mengubah pendekatan perusahaan terhadap konsumen secara drastis. Berkat Internet, konsumen mampu menganalisis harga, menurut pendapat yang beredar, dan terkadang bahkan mendiktekannya. Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan munculnya konsumen siber dan bisnis siber. Revolusi digital memungkinkan penerapan model hubungan baru dengan konsumen, yang merupakan tantangan bagi perusahaan, yang ingin meningkatkan pangsa pasar mereka. Smartphone dan media sosial memberikan dampak tertentu pada perkembangan dinamis pemasaran digital. Oleh karena itu, cara menjangkau calon klien melalui telepon seluler dan jejaring sosial merupakan saluran komunikasi terkini, yang dapat membangun hubungan dengan pelanggan, sehingga meningkatkan penjualan. Dalam artikel tersebut, penulis mempresentasikan esensi pemasaran digital bersama dengan asetnya, yang tidak berarti apa-apa bagi perusahaan, yang berencana untuk memotong biaya layanan pelanggan, sehingga meningkatkan keuntungan dan mengoptimalkan proses penjualan.
Siapa yang mendominasi Konsumen digital
perilaku konsumen digital indonesia Konsumen Indonesia saat ini memang didominasi konsumen usia muda dan melek internet. Muda di sini berarti mereka yang masuk dalam generasi Y dan Z. Riset Nielsen (2017) menemukan bahwa internet sudah berada di posisi ke-3 sebagai media yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia, dengan jangkauan sebesar 44% dari populasi. Padahal per 2012, jangkauan internet di Indonesia baru mencapai 26% dari populasi.
Jangkauan internet yang semakin luas terbantu antara lain dengan kehadiran telepon pintar dengan harga yang semakin terjangkau dan harga paket internet yang semakin murah. Tak ayal, perilaku konsumen Indonesia dalam menggunakan internet pun berubah, antara lain dalam bentuk rerata konsumsi internet harian dan tempat mengakses internet.
Manfaat Konsumen Digital
1. Media Digital lebih disukai oleh konsumen Masa Kini
Faktanya sekarang konsumen lebih suka melihat-lihat di website atau Instagram karena lebih praktis.
Sebelum memutuskan memilih konsumen bisa kapan saja mengecek produk di website terlebih dahulu kemudian baru membeli, baik datang langsung ke toko atau shoping online. Pemilik toko yang belum online akan kalah dengan pemilik toko yang juga menyediakan katalog online di website mereka.
Dengan katalog produk yang ditampilkan di website, berarti sangat membantu konsumen untuk melihat-lihat produk tanpa harus datang ke toko. Jika tertarik mungkin mereka akan datang ke toko pada saat weekend atau saat waktu luang untuk membeli.
2. Memberikan kemudahan informasi pada konsumen
Pada waktu itu kebetulan saya sedang mencari-cari toko kamera terdekat di lokasi tempat tinggal saya, dan mengecek apakah kamera yang saya cari ada di toko tersebut.
Cara yang saya pilih adalah searching di internet dengan mencari alamat terdekat, melihat di website dan memastikan ada produk yang sedang saya inginkan, dan mengecek jam berapa toko buka, kemudian baru mengatur jadwal untuk datang, melihat dan membeli.
Dari sini menunjukkan eksistensi digital sangat bermanfaat sebagai sumber informasi
3.Memberikan waktu pada konsumen
Sangat sering terjadi konsumen belum punya waktu luang untuk datang ke outlet, toko, atau butik. Tetapi dengan mempunyai media digital seperti: website, marketplace, dan sosial media, konsumen akan sangat mudah melihat produk yang dinginkan.
Melengkapi semua media digital agar bisa memberikan banyak pilihan kepada konsumen, dengan apa mereka melirik produk.
Artinya mereka akan sangat leluasa tanpa terbatas waktu dan tempat untuk melihat-lihat dahulu sebalum akhirnya membeli
4. Toko seperti aktif 24 jam setiap hari
Media digital internet tidak terbatas waktu dan tempat. Customer dan calon customer selalu bisa mengakses media digital untuk melihat produk kapan saja mereka mau.
Mereka bisa kapan saja melihat website toko online, toko di marketplace atau di Instagram. Hal ini tidak mungkin pada toko offline yang jika malam hari pasti sudah tutup.
5. Konsumen Anda tidak terbatas dengan jarak
Bayangkan jika toko anda ada di Bekasi tetapi calon pembeli ada di Pondok Cabe, tentu saja mereka akan berpikir-pikir jika harus ke Bekasi karena mungkin jaraknya terlalu jauh dan macet. Dengan adanya media digital meraka bisa order dengan nyaman dari kantor atau rumahnya.
Apalagi sekarang lebih mudah dengan banyaknya kurir pengiriman, sehingga mereka tidak terlalu memikirkan jarak.
6. Banyak pilihan media digital
Anda tidak perlu khawatir untuk memulai menggunakan, karena tidak harus menggunakan toko online yang hargannya relatif mahal. Anda bisa mencoba dulu menggunakan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Sosial Media Instagram
Namun tidak cukup hanya membuat, hampir semua bisnis harus mengoptimalkan media digital mereka dengan cara yang biasa disebut “Digital Marketing”
7. Biaya Digital Marketing relatif murah
Seperti yang saya jelaskan di awal pembahasan, bahwa yang dibutuhkan pengusaha adalah marketing dengan menggunakan media digital. Setelah anda banyak mendapatkan keuntungan dari media digital, keuntungan selanjutnya adalah biaya marketingnya murah.
Digital marketing sendiri ada SEO, SEM, Sosial Media Ads, Endorse dan Paid Promote. Selama yang saya tahu biaya iklannya jauh lebih murah dibandingkan beriklan di koran, majalah, pasang banner, atau di tv dan radio.
Siapa Saja yang berperan dalam konsumen digital
1. Pemilik (owner)/pemegang saham.
pemilik adalah orang yang membangun dan memodali usaha serta mengembangkan dan memajukannya sampai terkenal dan menghasilkan keuntungan yang sangat banyak.
2. Kredit/kreditor
Kreditor adalah badan atau orang tempat kita memenuhi segala keuangan jika kita kekurangan modal dalam mengembangkan usaha.
3. karyawan/employed
karyawan adalah bagian penting dari usaha suatu perusahaan.
4. Pemasok/suplier.
merupakan tempat kita mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan perusahaan bisa berbentuk bahan baku dan bisa berbentuk barang jadi.
5. pelanggan/customer
pelanggan adalah orang-orang yang memakai produk yang dihasilkan perusahaan kita baik berupa barang maupun jasa.
Kesimpulan
Era digital merupakan sebuah masa dimana hampir semua hal dalam kehidupan dibantu dengan teknologi digital. Bukti teknologi digital adalah dengan adanya internet yang seseolah sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi semua orang.
Perkembangan era digital yang pesat, memiliki dampak pada seluruh aspek kehidupan. Salah satunya yaitu dalam dunia bisnis dan perilaku konsumen saat akan berbelanja, seperti melihat standard dan kualitas dari review, rasa toleransi pelanggan, adanya dialog dengan konsumen, loyalitas, suka mencari informasi serta tidak ingin tertinggal.
Sumber
https://marketing.co.id/perilaku-konsumen-digital-indonesia/
https://www.dhadigital.com/7-manfaat-digital-marketing-pada-bisnis-dan-konsumen/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar